Pesantren Rakyat Sebagai Basis Pengembangan Posdaya
05/01/2011 BY 5 COMMENTS
Menurut Prof. Agus Suprapto model pemberdayaan masyarakat melalui pesantren seperti di Sumberpucung ini adalah hal baru dalam program posdaya Damandiri, sehingga diharapkan nantinya posdaya ini bisa menyelesaikan atau paling tidak mengurangi berbagai masalah di masyarakat baik masalah ekonomi maupun sosial.
Antusiasme warga sekitar untuk mengikuti prosesi peletakan batu pertama ini sangat tinggi, sejauh pemantauan tim LPM ada sekitar 40 warga baik remaja maupun masyarakat umum baik ibu-ibu serta bapak-bapak dalam kegiatan tersebut, bahkan kegiatan ini sebenanya telah mundur hampir 4 jam dari jadwal semula karena terjadinya kendala dalam menuju lokasi dan padatnya kegiatan yang dijadwalkan pada hari tersebut.
Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag selaku ketua LPM UIN Maliki Malang sangat mengapresiasi kegiatan pesantren rakyat ini, dalam sambutanya ia mengatakan bahwa ini adalah model pesantren yang unik, pesantren dimana tidak ada kiainya, kiainya ya itu mas Dulah (sapaan akrab bagi Abdullah, S.Psi sebagai ketua LSM el Faruqi: red) itu, dia itu orange setengah-setengah kalo ngomong agama yo seolah-olah kiai, lek ngomong LSM koyok-koyok aktifis, lek ngomong politik yo koyok-koyok politisi ngono tapi ga mau jadi politisi mendengar guyonan renyah dari Mufidah warga pun menyambut dengan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap kegiatan yang di prakarsai Abdullah ini. Peletakan batu pertama pembangunan pesantren rakyat dilaksanakan pada pukul 16.25 dengan dipandu oleh Mufidah Ch kemudian dilanjutkan oleh beberapa tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
Ditempat terpisah Dr. HM. Mujab, MA selaku koordinator program posdaya dari LPM UIN Maliki Malang untuk wilayah Kecamatan Sumberpucung menyampaikan bahwa lembaga ini (Pesantren Rkayat al-Amin) sebenarnya sudah sangat mampu dalam memberdayakan masyarakat, terbukti dari berbagai masalah di masyarakat yang terselesaikan. Maka yang perlu di sokong adalah bagaimana mereka mendapatkan dana, kami selaku kordinator sangat antusias dalam perjuangan ini semoga selanjutnya masyarakat Sumberpucung bisa lebih maju lagi baik dari aspek ekonomi, religi, pembangunan jiwa dan raganya. Impian kami beserta warga sekitar untuk jangka panjang adalah, wilayah ini bisa menjadi daerah yang sukses menerapkan 8 MDGs (Millenium Development Goals) sehingga bisa menjadi contoh untuk seluruh Jawa Timur bahkan Indonesia serta menjadi desa wisata MDGs. Semoga (M. Sholehudin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar